| 1 |
Terpenuhinya kebutuhan pangan secara optimal |
01.1 - Rasio ketersediaan setiap komoditas pangan terhadap kebutuhan
|
% |
Maximize |
120,00 |
140,40 |
117.00 |
120,00 |
140,40 |
117,00 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Angka rasio ketersediaan setiap komoditas pangan terhadap kebutuhan pada Triwulan III (Juli s.d september) diperoleh sebesar 140,4% dari target 120% atau sebesar 117% dengan kategori sangat baik.
Ketersediaan komoditas pangan pada periode Juli sd September 2024 dalam keadaan aman, hal ini ditunjukan dengan rasio ketersediaan seluruh komoditas di atas 100%. Hal ini menandakan bahwa semua komoitas pangan ketersediaannya telah melampaui angka kebutuhan sehingga mengalami surplus. Ketersediaan pangan tersebut dipenuhi dari produksi dalam negeri maupun impor (apabila produksi tidak mencukupi dan juga untuk komoditas pangan yang masih tergantung pada impor).
Adanya dampak perubahan iklim, menyebabkan produksi beras mengalami penurunan produksi sehingga terdapat impor beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah. Sementara untuk komoditas pangan lainnya, seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula pasir setiap tahunnya terdapat impor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan non rumah tangga (industri pangan dan horeka). Selain itu, ketersediaan pangan juga diperoleh dari stok akhir tahun sebelumnya (tahun 2023) yang digunakan sebagai stok awal tahun 2024. |
| 2 |
Terpenuhinya kebutuhan pangan secara optimal |
01.2 - Rasio Angka Kecukupan Protein (AKP) ketersediaan terhadap target yang direkomendasikan
|
% |
Maximize |
0,00 |
|
|
140,74 |
0,00 |
0,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |
| 3 |
Terpenuhinya kebutuhan pangan secara optimal |
01.3 - Rasio Angka Kecukupan Energi (AKE) ketersediaan terhadap target yang direkomendasikan
|
% |
Maximize |
0,00 |
|
|
129,21 |
0,00 |
0,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |
| 4 |
Terpenuhinya kebutuhan pangan secara optimal |
01.4 - Rasio komoditas cadangan pangan yang dikuasai pemerintah terhadap komoditas yang menjadi kewenangan
|
% |
Maximize |
100,00 |
100,00 |
100.00 |
100,00 |
100,00 |
100,00 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Hingga Triwulan III Tahun 2024 telah tersusun regulasi penyelenggaraan CPP 9 (sembilan) komoditas yaitu beras, jagung, kedelai, cabai, bawang, daging ruminansia, daging unggas, telur unggas dan gula konsumsi.
Upaya percepatan kegiatan dilakukan melalui penyelenggaraan/implementasi rekomendasi kebijakan/NSPK melalui kegiatan koordinasi, sosialisasi, bimbingan teknis, monitoring evaluasi, dan pelaporan serta dukungan data dan informasi distribusi dan cadangan pangan dengan melibatkan Kementerian/Lembaga dan stake holder. Disamping itu, adanya perintah penyaluran CPP untuk bantuan pangan (beras, daging ayam dan telur) turut mendorong percepatan implementasi regulasi CPP. Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) lebih lanjut diatur dalam Perpres 125/2022. Di dalam Perpres ini disebutkan terdapat 11 komoditas yang dikelola sebagai CPP, dan salah satunya adalah beras yang dikelola oleh Perum BULOG. Sebagai payung hukum penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), telah diterbitkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah. |
| 5 |
Terwujudnya stabilisasi pasokan dan harga pangan |
02.1 - Rasio komoditas pangan terhadap komoditas yang menjadi kewenangan dengan harga rata-rata di tingkat produsen maksimum 5% di bawah dan/atau 10% di atas HAP/HPP/Harga Keekonomian
|
% |
Maximize |
85,00 |
41,67 |
49.02 |
85,00 |
41,67 |
49,02 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Pada Periode Triwulan III Tahun 2024 terdapat 5 (lima) komoditas pangan dengan harga di tingkat produsen yang sesuai dengan kriteria dari 12 (dua belas) komoditas yang menjadi kewenangan. Persentase realisasi komoditas sesuai kriteria mencapai 41,67% dari target 85%, dengan kategori sangat kurang baik. Adapun komoditas yang sesuai kriteria adalah GKP Tk. Petani, GKP Tk. Pengiilingan, Beras Medium Tk. Penggilingan, Beras Premium Tk. Penggilingan, dan Cabai Merah Keriting Tk. Petani. |
| 6 |
Terwujudnya stabilisasi pasokan dan harga pangan |
02.2 - Rasio komoditas pangan terhadap komoditas yang menjadi kewenangan dengan harga rata-rata di tingkat konsumen maksimum 10% di atas HAP/HET/Harga Keekonomian
|
% |
Maximize |
80,00 |
100,00 |
120.00 |
80,00 |
100,00 |
120,00 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Indikator ini menginformasikan kondisi stabilitas harga komoditas pangan di tingkat konsumen. Untuk harga konsumen dari komoditas yang menjadi kewenangan Badan Pangan Nasional adalah harga di tingkat konsumen yang dipantau melalui Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional sehingga terdapat 13 (tiga belas) komoditas di tingkat konsumen, yaitu Beras Premium, Beras Medium, Jagung, Telur Ayam Ras, Daging Ayam Ras, Kedelai, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Keriting, Gula Konsumsi, Daging Sapi/Kerbau, Minyak Goreng.
Pada periode Triwulan III 2024 terjadi perubahan regulasi harga untuk hampir seluruh komoditas, menyesuaikan kondisi aktual saat ini. Selain itu, turunnya harga beberapa komoditas hortikultura dan komoditas peternakan di tingkat produsen, baik akibat panen maupun penurunan permintaan pasar juga berdampak pada harga di tingkat konsumen. |
| 7 |
Terwujudnya stabilisasi pasokan dan harga pangan |
02.3 - Jumlah provinsi dengan disparitas harga komoditas (yang menjadi kewenangan) di tingkat konsumen rata-rata provinsi terhadap rata-rata nasional per kuartal maksimum 10%
|
Provinsi |
Maximize |
27,00 |
27,00 |
100.00 |
27,00 |
27,00 |
100,00 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Berdasarkan data Panel Harga Pangan Triwulan III 2024 bahwa rata – rata pada Triwulan III 2024 terdapat 27 provinsi yang sesuai dengan kriteria atau disparitas di bawah 10% dari rata – rata nasional, maka capaian indikator pada Triwulan III ini sebesar 100,00% atau Sangat Baik.
Jumlah komoditas dengan disparitas di bawah 10% dari harga rata-rata nasional, yaitu : beras premium, beras medium, kedelai biji kering, bawang merah, bawang putih (bonggol), cabai merah keriting, cabai rawit merah, daging sapi murni, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, tepung terigu curah, tepung terigu kemasan, minyak goreng kemasan, minyak goreng curah, jagung Tk. Peternak, ikan kembung, ikan tongkol, ikan bandeng, dan garam konsumsi.
Rata-rata provinsi sesuai kriteria per kuartal di bulan Juli-September tahun 2024 adalah 28, 28, dan 27. Sehingga rata-rata pada triwulan III tahun 2024 adalah 27 provinsi. |
| 8 |
Terwujudnya stabilisasi pasokan dan harga pangan |
02.4 - Rasio komoditas pangan terhadap komoditas yang menjadi kewenangan dengan harga rata-rata nasional di tingkat konsumen per-kuartal perbedaan maksimum 10%.
|
% |
Maximize |
80,00 |
80,00 |
100.00 |
80,00 |
80,00 |
100,00 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Secara umum, harga komoditas pangan pada Triwulan III Tahun 2024 dibandingkan dengan Triwulan II 2024 dapat dikatakan stabil. Komoditas pangan yang memiliki perbedaan antara harga rata -rata nasional di atas 10% hanya sebanyak 3 (tiga) komoditas yaitu Bawang Merah, Cabai Merah Keriting, dan Cabai Rawit Merah. Hal ini berarti terdapat 12 komoditas yang memenuhi kriteria yaitu Beras Premium, Beras Medium, Kedelai Biji Kering, Bawang Putih, Daging Sapi, Daging Ayam Ras, Telur Ayam Ras, Gula Konsumsi, Tepung Terigu Curah, Minyak Goreng Kemasan, Minyak Goreng Curah, dan Jagung Tk. Kemasan. Pada Periode Tw III 2024/Tw II 2023 realisasi sebanyak 12 dari 15 komoditas sehingga rasio capaian sebesar 80% dari target 80% sehingga capaian kinerja sebesar 100% atau Sangat Baik.
Fluktuasi harga pada komoditas hortikultura seperti Bawang Merah, Cabai Merah Keriting, dan Cabai Rawit Merah antara lain disebabkan karena pola panen, curah hujan dan hambatan distribusi menyebabkan perbedaan harga antar triwulan sangat besar. Namun demikian, kondisi harga pangan antar waktu relatif stabil ini tentunya berkat adanya kolaborasi Badan Pangan Nasional dengan stakeholder terkait antara lain melalui pelaksanaan Aksi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di seluruh wilayah Indonesia antara lain: (a) mengintensifkan pelaksanaan GPM di seluruh wilayah baik menggunakan APBN, APBD, maupun secara mandiri untuk menanggulangi gejolak harga di konsumen khususnya pada momen HBKN: (b) Mengoptimalkan pemanfaatan FDP untuk mendistribusikan produksi petani/peternak dari wilayah surplus yang harganya rendah untuk menjaga harga di tingkat konsumen tetap stabil; (c) meningkatkan koordinasi dengan K/L, stakeholder, dan pelaku usaha pangan agar ketersediaan pangan terjaga sepanjang waktu. |
| 9 |
Terwujudnya stabilisasi pasokan dan harga pangan |
02.5 - Inflasi pangan bergejolak
|
% |
Stabilize |
4,00 |
1,43 |
35.75 |
4,00 |
1,43 |
35,75 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Kelompok volatile food pada September 2024 mengalami deflasi sebesar 1,34% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 1,24% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan tersebut didukung oleh peningkatan pasokan seiring dengan berlanjutnya musim panen komoditas hortikultura, serta tetap rendahnya harga input produksi untuk komoditas telur ayam ras. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 1,43% (yoy), menurun cukup dalam dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,04% (yoy).
Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang merah, tomat dan daging ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan didukung oleh peningkatan pasokan seiring dengan berlanjutnya musim panen dan penurunan harga pakan untuk komoditas daging ayam ras. |
| 10 |
Terentaskannya kerawanan pangan dan gizi |
03.1 - Persentase kabupaten/kota rentan rawan pangan
|
% |
Minimize |
0,00 |
|
|
12,00 |
0,00 |
0,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |
| 11 |
Terentaskannya kerawanan pangan dan gizi |
03.2 - Prevalence of Undermourishement (PoU)
|
Skor |
Minimize |
0,00 |
|
|
5,00 |
0,00 |
0,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |
| 12 |
Terjaminnya keamanan dan mutu pangan segar |
04.1 - Persentase produk pangan segar yang memenuhi standar keamanan dan mutu pangan
|
% |
Maximize |
90,00 |
92,78 |
103.09 |
90,00 |
92,78 |
103,09 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Berdasarkan hasil pengujian keamanan pangan segar di laboratorium terakreditasi yang dilakukan oleh Pusat dan daerah dengan total sampel 19.718, diperoleh hasil bahwa sampel yang memenuhi syarat keamanan pangan sebanyak 9.336 sampel (92,78%) dan tidak memenuhi syarat 1.535 sampel (7,22%) dengan capaian 103,08% dengan kategori Sangat Berhasil. Pengujian laboratorium dilakukan terhadap parameter mikotoksin, logam berat, mikrobiologi dan residu pestisida.
Untuk menunjang tercapainya pangan segar yang memenuhi syarat keamanan pangan, dilakukan beberapa kegiatan penunjang sebagai berikut: a. Melakukan pengawasan keamanan pangan segar yang beredar baik di pasar tradisional maupun di pasar modern berupa pengambilan sampel dan pengujian dengan rapid test kit dan uji laboratorium; b. Fasilitasi Pasar Pangan Segar Aman di 63 lokasi pada 22 provinsi. c. Penguatan Data Pangan Segar Aman. d. Sertifikasi dan Registrasi Keamanan Pangan Segar. e. Penyusunan NSPK Pengawasan Penerapan Standar Mutu dan Keamanan Pangan f. Fasilitasi Sarana Keamanan dan Mutu Pangan berupa laboratorium keliling dan pengadaan rapid test kit. g. Sosialisasi, Koordinasi dan Promosi Keamanan Pangan. |
| 13 |
Terjaminnya keamanan dan mutu pangan segar |
04.2 - Persentase lembaga keamanan dan mutu pangan provinsi yang terstandarisasi
|
% |
Maximize |
0,00 |
75,60 |
120.00 |
70,00 |
75,60 |
108,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |
| 14 |
Meningkatnya kualitas konsumsi pangan masyarakat |
05.1 - Rasio realisasi skor PPH terhadap terget yang ditetapkan
|
% |
Maximize |
0,00 |
|
|
95,00 |
0,00 |
0,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |
| 15 |
Pengembangan data dan informasi pangan |
06.1 - Tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan data dan informasi pangan
|
Indeks |
Maximize |
3,50 |
3,30 |
94.29 |
3,50 |
3,30 |
94,29 |
0,00% |
0,00% |
20-Oct-2024 19:49 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : Capaian indikator tingkat kepuasan pada layanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pangan pada triwulan III tahun 2024 sebesar 3,337 atau 107,126% dari target yang ditetapkan selama triwulan III sebesar 3,115. Artinya layanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pangan sudah melebihi target yang ditetapkan. |
| 16 |
Terwujudnya birokrasi Badan Pangan Nasional yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima |
07.1 - Nilai Reformasi Birokrasi
|
Nilai |
Maximize |
0,00 |
|
|
80,00 |
0,00 |
0,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |
| 17 |
Terwujudnya birokrasi Badan Pangan Nasional yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima |
07.2 - Nilai Kinerja Anggaran
|
Nilai |
Maximize |
0,00 |
0,00 |
0.00 |
90,00 |
0,00 |
0,00 |
0,00% |
0,00% |
05-Aug-2025 20:27 |
|
Penjelasan Target : |
Penjelasan Capaian/Progress : |