Capaian Unit Kerja Desember - 2025


Unit Kerja : Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan

Skor Kinerja :

Progress :

No Sasaran Indikator Kinerja Satuan Polarisasi Target
Desember
Realisasi
Desember
% Target
2025
Realisasi
s/d Desember
% Progres
Desember
Progres
s/d Desember
Tgl Input
1 Terpenuhinya ketersediaan pangan IK 1.1 - Skor PPH Ketersediaan skor Maximize 0,00 97,30 0,00 0,00 0,00% 0,00%
Penjelasan Target : Penjelasan Capaian/Progress :
2 Terpenuhinya ketersediaan pangan IK 1.2 - Rasio penyediaan cadangan pangan dalam negeri terhadap target cadangan pangan % Maximize 0,00 25,00 0,00 0,00 0,00% 0,00%
Penjelasan Target : Penjelasan Capaian/Progress :
3 Terpenuhinya ketersediaan pangan IKSP 1 - Skor Pola Pangan Harapan (PPH) ketersediaan skor Maximize 0,00 97,10 120.00 97,30 97,10 99,79 0,00% 0,00% 22-Jan-2026 10:14
Penjelasan Target : Penjelasan Capaian/Progress :

Berdasarkan hasil perhitungan Skor PPH Ketersediaan Pangan Tahun 2025 diperoleh sebesar 97,10 (angka sementara). Angka capaian ini bila dibandingkan dengan target sebesar 97,30, maka capaianya masih rendah belum mencapai 100% atau berkisar 99.79%. Namun masuk dalam capaian kinerja dengan kategori sangat memuaskan.

4 Terpenuhinya ketersediaan pangan IKSP 2 - Rasio penyediaan cadangan pangan dalam negeri terhadap target cadangan pangan % Maximize 0,00 91,20 120.00 25,00 91,20 120,00 0,00% 0,00% 22-Jan-2026 10:14
Penjelasan Target : Penjelasan Capaian/Progress :

Berdasarkan dokumen perjanjian kerja (PK) tahun 2025 Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Sasaran Program 1 yaitu terpenuhinya ketersediaan pangan dan indikator kinerja utama berupa rasio penyediaan cadangan pangan dalam negeri terhadap target cadangan pangan dengan target 25%. Rasio penyediaan cadangan pangan dalam negeri diperhitungkan berdasarkan jumlah cadangan pangan beras dalam negeri yang dikelola baik oleh Perum BULOG selama Tahun 2025 dibandingkan dengan jumlah minimal cadangan beras pemerintah yang dikelola sejumlah 3.500.000 ton sesuai dengan Kepbadan Nomor 40 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nomor 591 Tahun 2024 tentang, Standar Mutu, dan Harga Pembelian Pemerintah dalam rangka Penyelenggaraan Pangan Pemerintah Tahun 2025. Secara total, sampai dengan bulan Desember 2025 cadangan pangan beras dalam negeri yang dikelola oleh pemerintah melalui Perum BULOG mencapai 3.191.969,00 ton per 31 Desember 2025, sehingga progres kinerja berdasarkan indikator rasio tersebut berdasarkan perhitungan diperoleh 91,20 %.

5 Terjaganya stabilitas harga pangan antar wilayah dan antar waktu IK 2.1 - Koefisien variasi (Coefficient of Variation) harga pangan komulatif komoditas pangan pokok antar waktu dan antar wilayah % Stabilize 0,00 20,00 0,00 0,00 0,00% 0,00%
Penjelasan Target : Penjelasan Capaian/Progress :
6 Terjaganya stabilitas harga pangan antar wilayah dan antar waktu IKSP 3 - Koefisien variasi (Coefficient of Variation) harga pangan kumulatif komoditas pangan pokok antarwaktu dan antar wilayah % Minimize 20,00 6,29 120.00 20,00 6,29 120,00 0,00% 0,00% 22-Jan-2026 11:28
Penjelasan Target : Penjelasan Capaian/Progress :

Berdasarkan dokumen perjanjian kerja (PK) tahun 2025 Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Sasaran Program 2 yaitu Terjaganya stabilitas harga pangan antar wilayah antar waktu dan indikator kinerja utama berpa koefisien variasi (Coefficient of Variation) harga pangan kumulatif komoditas pangan pokok antar waktu dan antar wilayah dengan target 20-25%. Indikator CV digunakan untuk menganalisis disparitas harga pangan di tingkat konsumen yang berdampak pada angka inflasi pangan. CV diukur secara akumulasi dari 13 komoditas pangan tingkat konsumen. Koefisien Variasi (CV) harga pangan Tingkat konsumen tahun 2025 sebesar 6,29%. Semakin kecil CV maka harga semakin stabil, dengan target 20 - 25% dan realisasi dibawah target yang ditetapkan, maka capaian dapat dikatakan capaian kinerja tercapai dengan capaian sangat baik (Capaian Kinerja 120%) karena semakin rendah nilai CV mengindikasikan bahwa harga semakin stabil.

Warna
Sangat Baik (nilai > 90%)
Baik (> 80% - 90%)
Cukup (> 60% - 80%)
Kurang (>50% - 60%)
Sangat Kurang (<= 50%)
Realisasi Kinerja diperoleh pada akhir tahun ()
Belum input capaian ()